Bukit Cinta Adam & Hawa (Jabal Rahmah)

Jika kita melaksanakan Ibadah Suci Umroh ke Tanah Suci tentunya serangkaian perjalanan umroh di lakukan dengan mengunjungi beberapa tempat yang wajib di kunjungi ketika sedang melaksanakan Ibadah Suci Umroh, salah satu nya yaitu dengan mengunjungi Jabal Rahmah.

Mendengar Jabal Rahmah, tentunya kita yang beragama islam tahu akan Jabal Rahmah, yang merupakan salah satu bukit yang di sebut sebagai bukit cinta. Menurut para Pakar Sejarah, bukit ini merupakan bukit yang di mana di pertemukan nya kembali Nabi Adam dengan Istrinya Siti Hawa di bumi setelah mereka di turun kan dari Surga. Kemudian setelah berpisah dalam waktu yang sangat lama dan mereka yang saling mencari tahu satu sama lain nya, dan akhirnya Adam dan Hawa pun kembali di pertemukan di Jabal Rahmah ini semua dengan atas kehendak dari Allah SWT.

Bukit Cinta Adam & Hawa (Jabal Rahmah)

Bukit Cinta Adam & Hawa (Jabal Rahmah)

Jabal Rahmah itu sendiri yang berlokasi di bagian timur Padang Arafah yang berada di kota Mekkah, Arab Saudi. Dengan setiap tahun nya, Jutaan Jemaah umat muslim selalu berdatangan ke tempat ini. Baik saat sedang menunaikan ibadah haji atau umroh, setiap umat muslim seperti tidak pernah melewatkan untuk berkunjung ke tempat ini. Bagi jamaah yang telah menikah, datang ke tempat ini diharapkan bisa mendapatkan pernikahan yang langgeng selamanya. Sementara bagi yang belum menikah dan menemukan belahan hati, tempat ini sering di jadikan tempat berdoa dan memohon kepada Ilahi agar belahan hati tersebut segera di datang kan untuk nya. (Baca juga : Tata Cara Umroh Sesuai Sunah)

Itulah monumen cinta pertama peradaban kemanusiaan yang di symbol kan dengan sebuah tugu di Padang Arafah. Pertemuan Arafah ini nanti merupakan puncak ibadah haji kerana tidak ada haji tanpa berdiam sebentar (wuquf) di Arafah. Arafah adalah simbol suci sebuah ritual perjalanan rohani kepada Allah SWT yang menggenapkan rukun Islam kita.

Ketika Nabi Adam diusir dari Syurga di tempat kan di daerah yang sekarang di sebut India sedangkan Siti Hawa di daerah Irak sekarang. Kisah ini tentu belum menjadi sebuah kebenaran namun sudah menjadi sebahagian dari perjalanan Nabi Adam ketika dipisahkan di dunia dengan Siti Hawa. Demikian juga soal berapa lama nya di dunia dalam masa pencarian belum di temukan pendapat yang kuat.

Disamping ziarah ke Jabal Rahmah, bagi calon jemaah haji / Jemaah Umroh mungkin akan menjadi sebuah perenungan untuk melihat kembali bagaimana Nabi Adam bersuka cita dalam pertemuan dengan kekasih dan isteri nya. Inilah sebuah kisah romantisme monumental dalam perjalanan hidup seorang manusia di dunia dimana pasangan pertama Adam dan Hawa hidup di daerah yang sekarang menjadi Padang Arafah. (Ikuti Program : Umroh Plus Aqsa)

Jabal Rahmah atau bukit Kasih Sayang juga tempat berziarah untuk merenungkan betapa kasih sayang Allah SWT kepada kita semua sangat luar biasa, tidak dapat di hitung.

Dan jika kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT, niscaya kita tak dapat menentukan jumlah nya. Sesungguhnya Allah SWT benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Quran-16:18)

Jabal Rahmah adalah lambang betapa Kasih Sayang Allah SWT tak terhitung bahkan ketika Nabi Adam melanggar laranganNya setelah bertaubat diampuni.

Doa Nabi Adam di abadikan dalam Al Quran.

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. (Quran – 7:23)”

Bukit Cinta Adam & Hawa (Jabal Rahmah)

Bukit Cinta Adam & Hawa (Jabal Rahmah)

Meskipun Nabi Adam mengaku telah berbuat zalim dengan melanggar larangan dari Allah SWT namun Allah SWT  memberikan kasih sayang-Nya dengan mengampuni dosa Nabi Adam.

Di Padang Arafah inilah nanti dua sampai tiga juta lebih calon haji/ Jemaah umroh mengukuh kan diri nya dalam doa sejak siang hari sampai menjelang maghrib. Mereka beristighfar, bertasbih, bertakbir dan bertahmid mengagungkan Asma Allah.

Inilah sebuah proses yang dimana seorang insan yang berpakaian umrah menyambung kan diri nya, berdoa kepada Allah SWT dengan sepenuh hati, dengan memantap kan janji nya untuk hidup semata kerana Allah Ta’alla, bukan untuk yang lain.

“Sesungguh nya solat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.(Quran – 6:162-163)

Di Jabal Rahmah banyak sekali para jemaah yang berkumpul menadahkan tangan nya ke langit, memanjatkan doa, menunduk kan hati agar Allah SWT membimbing nya.

Meski Ulama Saudi sendiri sudah menegaskan bahwa berziarah ke Jabal Rahmah bukanlah hal yang di sunnah kan apalagi di wajibkan, nyata nya banyak peziarah berdatangan dan berdoa menengadah kan tangan di sana saat wukuf. Lebih-lebih jamaah Indonesia, mereka memadati bukit ini saat wukuf tanggal 9 Dzulhijjah. Maka dari itu tidak heran jika kita dapati coretan-coretan nama-nama orang Indonesia di tugu monumen putih.

Di Jabal Ramah pula sebuah pertemuan ribuan atau mungkin lebih Nabi kita Adam dan ibu dari semua ibu, Siti Hawa, dengan mengharukan bertemu dalam satu kasih sayang, satu tekad beribadah kepada Allah Yang Maha Agung.

Tidak hanya sebagai tempat untuk berdoa, Jabal Rahmah juga sering di jadi kan tempat jamaah untuk menikmati indah nya pesona matahari terbit serta matahari terbenam. Tempat ini juga menjadi salah satu tempat yang paling mengesan kan karena ini merupakan tempat dimana wahyu terakhir Nabi Muhammad SAW di turunkan. Wahyu tersebut termuat dalam Quran-Suran. Al – Maidah, 5. “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan padamu nikmat-Kudan telah Ku ridhai islam sebagai agama bagimu.”

Atas banyaknya keistimewaan yang dimiliki oleh Jabal Rahmah, tidak heran jika banyak umat muslim yang percaya bahwa berdoa di tempat ini sangat mustajab (mudah dikabulkan oleh Allah). Tidak heran pula, jika banyak umat muslim yang selalu memadati tempat ini setiap tahunnya terutama saat musim haji seperti sekarang ini. Namun sayangnya, tidak sedikit jamaah yang menodai monumen berupa tugu Merupakan sebuah saksi sejarah yang dimana di pertemukan nya Nabi Adam dan Siti Hawa yang ada di Jabal Rahmah. Ada banyak coretan tangan jamaah yang kurang bertanggung jawab. Coretan yang ada biasanya bertuliskan nama jamaah yang berharap segera di pertemukan dengan jodoh nya atau di berikan kelanggengan cinta bersama pasangan nya.

Pemandangan Padang Arafah yang dapat di lihat dengan jelas dari puncak Jabal Rahmah menjadi pesona tersendiri. Pemandangan indah saksi bisu reuni Adam dan Hawa di bumi. Banyak yang percaya, jika berdoa minta  jodoh di Jabal Rahmah maka akan cepat terkabul permintaan tersebut. Hal ini juga yang menjadi daya tarik jamaah.

Jabal Rahmah sendiri bisa di bilang sebagai bukit. Tinggi nya hanya sekitar 70 meter saja dan bisa di daki jamaah haji dengan melewati sekitar 160-an anak tangga. Mendaki Jabal Rahmah dari dasar hingga mencapai tugu Adam dan Hawa, biasa nya menghabis kan waktu sekitar 15 menit saja.

Di dekat monument nya, banyak sekali jamaah haji yang memanjaat kan doa nya. Ada juga yang terpesona oleh pemandangan Padang Arafah yang bisa dil ihat dengan jelas dari atas Jabal Rahmah. Menjadi daya tarik tersendiri dengan Pemandangan cantik yang jadi saksi bisu pertemuan kembali Adam dan Hawa di bumi.

Jabal Rahmah juga jadi tempat bersejarah bagi perjalanan Nabi Muhammad. Di sanalah dirinya menerima wahyu terakhir dari Allah, sekaligus penyempurna dari ajaran Islam.

Demikianlah pembahasan kali ini sedikit mengenal sejarah tentang Bukit Cinta Adam & Hawa (Jabal Rahmah).

This entry was posted in Travel, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.