Cinta itu Tetap Ada, Entah Kapan Hilangnya dari HATI ini

katakan.net – CINTA kalau sudah meresap ke dalam dada, maka terasa sulit bagi saya untuk menghilangkannya. Kenapa mau dihilangkan ? Karena CINTA yang datang tanpa diundang ini adalah CINTA TERLARANG. Ya saya terlarang untuk mencintai.

Saya telah lama mengenalnya. Lama sekali. Sekitaran 6 tahunan sampai saat ini. Bila di tanya mulai sejak kapan jatuh cinta? Jadi saya juga akan menyebutkan tidak paham. Ya saya memanglah tidak paham kapan serta mulai kapan jatuh cinta. Tapi bila tahunnnya saya ingat. Yakni mulai sejak 5 th. yang kemarin.

Saya ketahui kalau saya tidak layak untuk si dia. Tapi senantiasa berada di dalam hati namanya. Senantiasa berada di dalam kepala ini bayangannya. Yang saya susah sampai saat ini yaitu bagaimana menyingkirkan bayangan serta nama mengenai dia. Tega bertanya-tanya demikian perlukah dia, demikian istimewanya dia sampai saya tidak dapat melupakan namanya.

Siapa namanya?

Yang pasti sudah pasti rahasia hati ini. Saya tidak dapat menyebutkannya pada teman dekat semuanya. Yang pasti saya mencintainya serta saya juga sayang kepadanya. Yang pasti ia yaitu manusia yang lahir ke bumi serta mempunyai satu nama yang indah sekali buat hati saya. Namanya yang juga akan terlupakan seumur hidup saya. Bahkan juga kadang-kadang hati bergumam, tidak jodoh didunia ini, mudah-mudahan masih tetap dijodohkan di akherat kelak.

Hingga kapan ingin menghayal?

Janganlah bertanya itu. Yang pasti saya tidak dapat melupakannya. Tidak dapat melupakan tiap-tiap senyum serta suara bicaranya. Yang lebih tolol sekali lagi, tiap-tiap ada wanita yang sebaya dengan dia jadi tentu saya juga akan ingat kepadanya. Tiap-tiap ada motor lewat tengah pengendaranya yaitu wanita, jadi saya tentu ingat kepadanya.

Ya Tuhan, apa yang saya alami ini yaitu takdirmu juga, bila ini yaitu ujian beri kemampuan pada hati ini untuk memikulnya. Tapi bila ini yaitu setan jauhkan serta hindari dari hidupku. Saya sedih menanggung derita ya Tuhan.

This entry was posted in Entertainment. Bookmark the permalink.