Keindahan AL-Azhar Park (Mesir)

Salah satu simbol tuanya kairo bisa dilihat saat kita memasuki kawasan Taman al-Azhar (Haqiqah al-Azhar atau al-Azhar Park) yang di bangun pada tahun 1404 H/1984 M atas ide Aga Khan Award for Achitecture yang menyelenggarakan konferensi di Kairo dengan tema “The Expanding Metropolis”. Kala itu, Kairo sedang menghadapi sederet tantangan pembangunan, termasuk tekanan jumlah penduduk yang kian melejit, penurunan kualitas perumahan, dan keperluan yang mendesak akan ruang hijau. Taman ini menjadi hiasan kota di atas lahan yang sebelumnya selama ratusan tahun lebih berupa gunung bebatuan yang berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) sampah kota Kairo.

Dalam konferensi itu, Agha Khan menyatakan bahwa ia akan membiayai pembuatan sebuah taman bagi kota Kairo. Ternyata lokasi yang paling cocok untuk taman itu terletak di Darasah. Lokasi dengan luas 30 hektar itu terletak di antara kota Al-Qatha’i yang didirikan oleh Dinasti Ayyubiyyah dan Madinah Al-Mawat. Diperkirakan, biaya pembuatan taman ini menghabiskan dana sekitar 270 milyar.

Keindahan Al-Azhar Park(Mesir

Keindahan Al-Azhar Park(Mesir)

Meski memakai nama Azhar, Azhar Park bukan milik Al-Azhar. Sejarahnya, bukit yang sekarang dijadikan taman ini dulunya merupakan tempat pembuangan akhir yang berisikan tumpukan sampah berumur 500 tahun. Pada tahun 1992, bukit sampah ini disulap menjadi taman yang luasnya mencapai 30 hektar atas bantuan Agha Khan IV, keturunan Dinasti Fatimiyah. Pebisnis dan pemilik pacuan kuda ini kini berkebangsaan Swiss.

Taman ini resmi dibuka untuk umum pada tahun 2005. Tiket masuk taman ini ini hanya sekitar 10 EGP (weekdays) dan 15 EGP (weekend) atau sekitar Rp 15.000 – Rp 20.000.

Dari spot tertinggi di Azhar Park, bisa dilihat pemandangan indah dari sekeliling taman. Di bagian barat, bisa disimak Kota Kairo yang bangunannya berwarna cokelat semua. Bisa juga dilihat menara Kairo dari sisi ini. Di sisi selatan, bisa dilihat masjid Muhammad Ali Pasha yang berada di dalam benteng Salahuddin Al Ayyubi. Masjid ini dari kejauhan terlihat seperti Hagia Sofia di Turki.

Di bagian timur taman, bisa dillihat benteng peninggalan Dinasti Fatimiyah yang saat ini sedang direnovasi dan akan dibangun museum Historic of Cairo yang nantinya akan menyimpan karya seni dan peninggalan Islam. Dari sisi ini pengunjung bisa melihat City of Dead yang biasanya dikenal sebagai pemakaman tua bagi para sultan dan amir dari Dinasti Mamalik.

Di tengah taman ini juga terdapat restoran dengan arsitektur menarik yang menyerupai masjid. Pemandangan keseluruhan taman tampak jelas dari restoran ini.

Taman hijau ini sangat bermanfaat di tengah padatnya permukiman dan minimnya pepohonan di Mesir sekaligus menjadi paru-paru kota yang padat dengan kendaraan bermotor.

Keindahan Al-Azhar Park(Mesir)

Keindahan Al-Azhar Park(Mesir)

Selain itu taman ini juga di lengkapi dengan museum yang merekam sejarah Kairo. Lokasinya ada di sisi utara taman. Museum ini secara jelas merekam evolusi Ibukota Mesir, Kairo. Mulai dari sejarahnya, arsitekturnya, dan sisi-sisi budaya lainnya. Dari area museum, pengunjung juga bisa melihat sisa-sisa kejayaan Mesir lewat panorama benteng Shalahuddin al-Ayyubi serta Masjid Muhammad Ali.
Saat pertama kali didirikan, Kairo terkenal dengan kota yang sarat dengan taman. Kondisi tersebut masih terpelihara hingga paruh pertama abad ke-20 M. Oleh karena itu pula Kairo yang terkenal dengan sebutan Kota Seribu Menara juga dikenal sebagai Kota Villa dan Taman. Sayangnya, sejak penggal kedua abad ke-28 M, kota ini berubah menjadi kota yang sangat sumpek. Apalagi jumlah penduduk kota ini melejit hingga sekitar 17 juta jiwa.

Proyek taman al-Azhar sempat dipandang sebelah mata oleh banyak pihak. Namun proyek itu akhirnya disetujui pemerintah Mesir. Taman al-Azhar dirancang oleh perusahaan lanskap di Mesir, yaitu Sites Internasional. Rancangan yang dibuat didasarkan pada ide periode sejarah Islam, misalnya ruang terbuka berbentuk kebun buah-buahan, area tempat duduk berpelindung (takhtabous), lengkung-lengkung dari model lengkung era Dinasti Fatimiyyah, serta air mancur dan saluran air ala Persia dan Samarkand.

Di sisi lain, taman al-Azhar dibuat dengan gaya “Islamic Garden”, di mana banyak terpampang mozaik-mozaik dalam seni Islam seperti halnya tanaman, bunga, dan ranting yang dilukis berbentuk geometrik. Mozaik ini tampak tertata rapi di dinding kubah, lantai, jalan, atau trotoar.

Selain itu, terdapat air mancur yang indah. Lanskapnya merupakan cita rasa tradisional dan modern. Sementara hijaunya rumput dan keindahan pohon dengan warna-warni bunga bisa langsung kita saksikan di depan mata.

Taman al-Azhar berada di areal berkontur bukit sepanjang bukit tinggi Mesir. Dari bukit ini kita bisa menyaksikan berbagai kawasan Mesir yang penuh dengan pemandangan berupa menara-menara mesjid, termasuk mesjid yang berada di tengah benteng Salahuddin Al-Ayyubi serta eksotika gurun tandus.

Sahabat wisata muslim, untuk memasuki kawasan Taman al-Azhar ini, turis atau pendatang dikenakan tarif tiket sebesar 5 pound atau 10.000 ribu rupiah. Bisa dibilang, hampir mirip jika kita ingin berwisata ke Kebun Raya Bogor. Di taman al-Azhar ini, kita bisa menyaksikan sunset (matahari terbenam) di sela menara Masjid dan ranting pepohonan.

Keindahan Al-Azhar Park(Mesir)

Keindahan Al-Azhar Park(Mesir)

Uniknya, saat sore hari tiba di taman Al-Azhar terdapat lampu-lampu gedung tua, rumah tua, dan bangunan tua yang terlihat indah sekali. Kemegahan Benteng Salahudin yang telah didesain sedemikian rupa oleh pemerintah Mesir pada malam hari juga terlihat garang, begitu pula sorotan lampu dari masjid Muhammad Ali. Semakin sore, keramaian taman Al-Ahar sangat terasa. Sebagai satu-satunya taman yang terluas dan terindah, taman ini dibuka hingga jam 12 malam.

Saat malam tiba, kursi yang disediakan di pinggir taman bisa digunakan untuk bersantai sambil pemandangan lampu-lampu kota yang sangat menakjubkan. Di halaman paling atas, sebelah kanan taman, terdapat beberapa kafe dengan nuansa yang sangat elegan. Sangat cocok untuk bersantai dan menikmati keindahan kota. Terkadang, tempat ini juga dipakai untuk acara perikahan penduduk setempat.

Pengalaman unik lainnya juga bakal ditemukan saat menunaikan shalat tepat di bawah langit di atas rerumputan hijau yang ada di taman al-Azhar, yang setiap jengkal buminya Masjid dan asalnya bersih serta suci. Lapangan rumput ini juga biasa digunakan untuk beribadah shalat fardhu bersama orang-orang Mesir. Terasa begitu khusyu dan menyatu dengan alam.

Kota ini sangat di kenal dengan keindahan pemandangan nya juga keramah tamahan penduduknya. Tempat ini tidak pernah sepi oleh pengumnjung di setiap harinya. Kebanyakan orang tempat ini menjadi tempat tujuan ke-2 yang mereka kunjungi setelah Piramida Giza di mesir. Karena di mesir itu merupakan Negara dengan ribuan sejarah dan situs-situs peninggalan yang banyak sekali, juga menjadi kota tertua di dunia. Tidak hanya penuh dengan sejarah nya, namun juga dengan tempat wisata nya yang indah juga menarik untuk di kunjungi.

Jika anda berkeinginan mengunjungi tempat ini anda bisa masuk ke dalam program, terkait dengan biaya bisa di cek di  biaya umroh plus mesir. Dengan mengikuti program itu anda bisa mengunjungi situs-situs bersejarah lainnya.

This entry was posted in Travel and tagged , , . Bookmark the permalink.