Museum Bersejarah di Madinah

Masjid nabawi menjadi salah satu tempat tujuan utama bagi umat muslim saat berkunjung ke Madinah terutama yang melaksanakan ibadah umrah dan haji. Selain shalat dan berdoa Jemaah juga bisa menambah wawasan tentang sejarah Islam di sejumlah museum yang berada di sekitar Masjid Nabawi. Museum Media Madinah menyimpan sejumlah maket sejarah Nabi Muhammad SAW. Museum ini pun dapat membuat pengunjung  membayangkan bagaimana sejarah saat Rasulullah berdakwah.

Antara yang mengunjungi museum, Sabtu, melihat sejumlah maket ditampilkan seperti tiga maket Masjid Nabawi dari bentuk awal, perubahan bentuk saat ada perintah mengubah kiblat, dan bentuk perluasan masjid pada masa Nabi MuhammaD SAW.

Museum Bersejarah di Madinah

Museum Bersejarah di Madinah

Maket situasi perang juga di tampilkan seperti perang uhud dan perang khandaq. Di bandingkan dengan masa Nabi, situasi di bukit uhud sudah banyak berubah. Pun parit yang di gali saat perang khandaq sudah tidak ada. Melihat maket itu pun dapat membuat pikiran melayang ke masa itu. Pengunjung juga diajak untuk menyaksikan tayangan film pembangunan Masjid Nabawi pada jaman Nabi Muhammad Saw yang di narasikan Muhamad Muslim bin Hasan Bisri asal Cirebon dan Jawa Barat.

Ia menjelaskan, awalnya di mesjid seluas 30 x 35 meter itu hanya sebagian yang diberi atap pelepah kurma yaitu pada seperempat bagian belakang mesjid yang disebut sufa. Sufa adalah tempat musafir dan anak yatim berteduh. Saat malam hari, biasanya Rasulullah mengajak mereka makan malam bersama di rumahnya yang terletak di sebelah kiri depan masjid.

Pada bulan-16 setelah hijrah, masjid sederhana itu mengubah arah kiblatnya dari Masjidil Aqsha ke Ka,bah di Makkah sehingga ada perubahan pintu dan bagian depan. Kemudian pada tahun ke-6 Hijriah, bagian depan mesjid diberi atap dari tanah liat dengan tinggi sekitar tiga meter karena untuk mencegah air hujan masuk.

Setahun kemudian, setelah Perang Khaibar, masjid diperluas karena jumlah umat Islam sudah semakin banyak. Masjid diperluas di bagian utara dan barat sehingga ukurannya menjadi 50 x 45 meter. Di museum juga terdapat sejumlah peralatan penyiaran jaman dahulu seperti kamera dan proyektor sehingga ada nama media yang menempel pada kata museum. Benda lain yang di tempilkan yakni maket sejumlah masjid bersejarah, sejumlah batu dari berbagai daerah di Madinah, maket Raudhah dan makam nabi, serta tiruan baju perang Nabi Muhammad Saw.

Sayangnya masih banyak maket yang tidak tampil mungkin karena keterbatasan areal museum seperti Perang Badar, Gua Hira, dan kondisi pemukiman Madinah sejak awal hijrah sampai meninggalnya Nabi Muhammad Saw. Ruang museum juga sebagian sudah menjadi toko cenderamata yang menjual video kisah perjuangan Islam, Alquran mini, hiasan dinding, hiasan kaca, dan kurma Madinah. Ikuti Program Umroh Murah Akhir Ramadhan.

Museum Bersejarah di Madinah

Museum Bersejarah di Madinah

Jamaah haji Indonesia gelombang dua yang akan berkunjung ke Madinah untuk beribadah shalat arbain, bisa memanfaatkan waktu luang mengunjungi museum yang hanya berjarak 1,5 kilometer sebelah timur Mesjid Nabawi. Tiket masuk saat musim haji didiskon 50 persen menjadi hanya 5 riyal atau sekitar Rp15.500 per orang.

Koleksi Zaman Nabi hingga Ottoman

Direktur eksekutif Museum Al-Madinah Dar, Hassan Taher, mengatakan koleksi museum juga termasuk koin dari zaman nabi, potongan Ka’bah meliputi dari berbagai usia, tembikar dari era Umayyah, dan koleksi lainnya dari zaman Dinasti Mamluk dan Ottoman.

Karena kehebaannya, museum ini telah memenang kan Hadiah Internasional Raja Faisal dan penghargaan penting lain nya. Museum juga  memiliki koleksi banyak buku dan artikel tentang sejarah Madinah. “Ini adalah yang pertama dan satu-satu nya museum di Madinah khusus menyimpan warisan arsitektur dan perkotaan. Museum Dar Al-madinah juga memiliki model yang mensimulasikan sejarah Madinah dan kisah Nabi Muhammad Saw. Ada juga terlatih dan tim yang berkualitas dari pemandu wisata yang berbicara bahasa yang berbeda, “kata Taher”. sempat mengunjungi dua museum di dekat Masjid Nabawi, Museum Nabi Muhammad Saw dan Museum Asmaul Husna. Kedua museum tersebut terletak persis di samping timur masjid seluas 8,2 hektar ini.

Museum Nabi Muhammad Saw, membawa pengunjung napak tilas perjalanan Rasulullah di Kota Madinah. Dimulai dari gambar pohon yang menunjukkan silsilah keturunan Nabi Muhammad. Di area depan ini juga terpampang artikel yang menuliskan deskripsi Nabi Muhammad secara fisik, berdasarkan kesaksian beberapa sahabat nabi.

Museum Bersejarah di Madinah

Museum Bersejarah di Madinah

Bergerak masuk lebih ke dalam, pengunjung bisa melihat maket Masjid Nabawi di zaman Rasulullah. Diceritakan salah seorang pemandu rombongan, kala itu Masjid Nabawi masih sangat sederhana dan arah kiblat masih ke Masjidil Aqsa. Dalam maket tersebut juga digambarkan rumah Rasul yang berada tepat di samping Masjid Nabawi. “Rumah Rasul dulu beratap pohon kurma. Dindingnya dari batu bata dan tanah liat yang dicampur dedaunan kurma kering,” jelas Fachrurozi, pembimbing jamaah umroh Zoya.

di museum ini juga terdapat miniatr yang menggambarkan Kota Madinah pada zaman Nabi Muhammad Saw. Dengan di tampilkan pula jalur  yang di lalui oleh Nabi Muhammad Saw saat sedang hijrah dari Madinah ke Jeddah, untuk menghindari kejaran kaum Quraisy.

Kemudian Jemaah umroh bisa beralih ke museum Asmaul Husna untuk, karena museum ini memiliki cerita yaitu 99  Nama Allah swt. Di museum ini, pengunjung tidak hanya bisa mengetahui nama-nama Allah SWT tapi juga informasi menarik mengenai kebesaran alam yang di ciptakan nya.  Dipandu petugas museum, penjelasan tentang makhluk-makhluk ciptaan Tuhan serta alam semesta dikemas cukup menarik sehingga tidak membosankan. Diawali dengan miniatur gugusan planet, yang menggambarkan betapa kecilnya bumi dibandingkan dengan matahari yang besarnya 1.300 ribu kali. Sementara di Galaksi Bima Sakti, diperkirakan ada 200-400 miliar bintang dan itu baru yang bisa terdeteksi secara ilmiah.

Kembali ke museum, di sini terbagi menjadi empat area untuk menjelaskan secara lengkap tentang 99 Nama Allah. Nama-nama tersebut diantaranya Al-Khaaliq – Maha Pencipta, Ar Rahman – Yang Maha Pengasih, Ar Rahim – Yang Maha Penyayang, Al Ghaffaar – Yang Maha Pengampung, Ar Razzaaq – Yang Maha Pember Rezeki, dan sebagainya. Dipasang juga beberapa foto yang menggambarkan betapa besarnya semesta dan betapa kecilnya kita sebagai manusia. Misalnya saja Pohon Giant Sequoia, yang merupakan pohon tertinggi di dunia setinggi 115 meter dengan diameter 7,9 meter.

Ada pula gambar ikan paus, yang merupakan makhluk hidup terbesar di lautan. Adapun Lembah Mati, tempat terpanas di bumi, yang terdapat di California, Amerika Serikat. Selain melihat-lihat pameran, pengunjung juga diperlihatkan video tentang luasnya alam semesta lewat layar LCD berukuran 10×5 meter.

“Ada yang tahu benda langit yang lebih besar dari matahari? Ada banyak sekali. Di samping matahari ada bintang Sirius yang besarnya delapan kali lipat matahari. Dan sejauh ini bintang terbesar yang berhasil terdeteksi manusia adalah VY Canis Mayoris yang 9 miliar kali lipat besarnya matahari,” ujar sang pemandu. Dan di akhir perjalanan pengunjung akan masuk ke Farewell Hall dimana terdapat wasiat Nabi Muhammad Saw untuk mengetahui dan mengahapalkan nama-nama baik milik Allah Swt dan menjadikannya pedoman dalam hidup manusia.
Tempat ini banyak juga di kunjungi oleh para jemaah haji ataupun umroh untuk melihat peninggalan-peninggalan pada jaman para nabi.

This entry was posted in Travel and tagged , , , . Bookmark the permalink.