Smartphone Bermasalah? Ini Cara Mengatasinya

Hadirnya smartphone mulai menukar computer desktop serta laptop. Ke mana juga kita pergi senantiasa membawa smartphone, termasuk juga waktu kerjakan suatu hal dengan pertolongan piranti pandai.

1. Tidak Dapat Mengkustomisasi Hardware

Anda dapat beli satu computer desktop maupun beli beberapa macam komponen serta merakitnya sesuai sama tekad anda. Bila anda terasa RAM-nya kurang besar, memorinya kurang luas, semua dapat anda lebih sendiri.

Sayangnya, tak sekian pada smartphone. Bagaimana bila perlu processor yang lebih cepat, baterai semakin besar atau kamera yang tambah baik?

Satu diantara langkahnya yaitu ganti smartphone dengan jenis paling baru. Hal semacam ini pasti tidak gampang untuk umumnya orang.

Apa yang dapat dikerjakan? Sebaiknya anda pilih smartphone yang mempunyai support slot microSD serta baterai yang dapat ditukar. Nah, umumnya dari pilihan ini dapat diketemukan pada smartphone murah atau kelas menengah.

Dealer Pulsa Indonesia, Walau level ini tidak sama juga dengan sistem kustomisasi pada PC, tetapi pergantian baterai punya masalah serta memberi besaran memori adalah langkah gampang untuk bikin hp tambah baik tanpa ada mesti menggantinya.

2. Smartphone Sekali Pakai

Produsen tidak menginginkan pemakainya melakukan perbaikan smartphone serta lebih suka menggantinya dengan jenis paling baru setiap satu atau dua th. sekali.

Karena itu, beberapa produsen bikin product simpel untuk pemakai tanpa ada memperbolehkan mereka ganti hardware di dalamnya.

Pastinya, ini adalah bentuk pemborosan. Apa yang dapat dikerjakan? Upayakan untuk memakai smartphone sepanjang mungkin saja.

Di Eropa, pemakai dapat beli satu hp Fairphone. Hp ini yaitu product smartphone yang di buat berbahan daur lagi, hingga beberapa bahan dari smartphone usang masihlah dapat digunakan. Walau demikian, performanya tetaplah baik sekalian ramah lingkungan.

3. Smartphone Mengganggu Hubungan Langsung

Karena sangat tidak dapat lepasnya pemakai dari smartphone, beberapa orang yang pilih bercakap lewat aplikasi chatting dibanding bertatap muka segera.

Waktu tengah mengobrol segera juga, umumnya orang jaman saat ini malah memandang monitor hpnya. Walau menolong untuk berkomunikasi jarak jauh, hal semacam ini cukup mengganggu bukan?

Cukup gampang untuk hindari hal semacam ini yaitu dengan menyimpan dahulu smartphone anda waktu tengah mengobrol atau berhubungan segera dengan orang lain. Dengan hal tersebut, percakapan juga tidak terganggu serta pembicaraan berjalan lebih hangat.

4. Smartphone Tidak Miliki Privasi

Smartphone tidaklah hanya satu piranti pandai dirumah anda, ada desktop, laptop, sampai tablet. Kadang-kadang pemakai menginginkan terhubung file yang sama lewat sebagian piranti pandai itu.

Bahkan juga di saat yang sama, sosial media serta service on-line yang lain sudah menukar piranti ‘tradisional’ itu. Walau nyaman, hal semacam ini pasti jauh dari melindungi privacy.

Terkadang untuk memakai satu aplikasi, pemakai mesti memberi data pribadinya ke satu perusahaan serta mungkin saja selalu bergulir ke perusahaan lain bila aplikasi yang disebut diakusisi pihak lain.

Pemerintah serta korporasi juga memohon akses atas data-data punya pemakai. Diluar itu, serangan hacker juga selalu meneror setiap harinya.

Apa yang dapat dikerjakan? Bila ada satu aplikasi yang memohon anda untuk sign in ke satu account, fikirkan 2 x sebelumnya memberi info anda.

Karenanya, bila ada account sosial media yang tidak lagi anda gunakan, tambah baik hapus. Dianjurkan untuk mentransfer file lewat FTP atau ruangan penyimpanan awan (cloud) lokal dari pada menyimpanannya di server luar negeri.

5. Smartphone Buat Ketagihan

Computer memanglah buat ketagihan waktu dipakai untuk beberapa hal mengasyikkan, tetapi smartphone menyebabkan kecanduan yang lebih kronis.

Beberapa orang yang kemana saja tak terlepas dari smartphone mereka. Umpamanya ke sekolah, kamar mandi, berkencan, lari pagi, serta bahkan juga waktu ingin tidur masihlah menggenggam smartphone.

This entry was posted in Teknologi. Bookmark the permalink.