Tiga Macam Stres Ketika Berbicara

Ada tiga kategori utama stress yang dilaporkan orang ketika mereka mengalami demam panggung . Sensasi fisik merupakan kategori pertama dari stress yang terjadi ketika kita bersiap-siap untuk berbicara . Sensasi fisik bisa dimulai jauh sebelum hari pidato tiba dan bisa muncul dalam bentuk sulit tidur di malam hari, sakit perut, pusing , dan rasa geli ditangan dan kaki . Selama pidato sendiri , sensasi fisik bisa berupa lutut gemetar, telapak tangan basah , pusing , mulut kering ,tapi hampir semua orang mengalami ketidaknyamanan fisik atau kegelisahaan ketika berbicara didepan orang lain. Kamus Lengkap.

Kategori kedua dari stress adalah respons emosional yang bisa dialami sebelum , selama , dan setelah berpidato . Respons emosional itu bisa berupa gelisah, takut, kehilangan kontrol diri , depresi , panik, cemas , tak berdaya , merasa kurang cakap , menyerah , malu dan marah .

Kategori terakhir adalah respons psikologis dari stress yang dapat dialami ketika untuk diri sendiri, pola pikir yang campur aduk , pengulangan kata atau frasa karena gugup , dan penggunaan jeda verbal , seperti “ ah”,”um”, “em”, “aa”, dan “anda tahu”.

Kondisi semakin rumit dengan kategori respons stress itu dapat dan sering berinteraksi satu sama lain sehingga memperparah keadaan demam panggung anda . Misalnya , sensasi fisik lutut gemetar dapat membangkitkan perasaan tidak bisa mengontrol diri dan perasaan tidak berdaya atau menakutkan. Perasaan – perasaan ini pada giliranya dapat menyebabkan halangan psikologis sehingga anda kehilangan kata-kata ketika berpindah. Kamus Indonesia Inggris.

Kedengarannya menyenangkan ? bahkan pembicaraan yang ahli sekalipun mengalami beberapa respons tersebut ketika berpidato didepan audiensi. Tapi perbedaan antara mereka dan anda adalah memahami proses berbicara. Mereka tahu kalu respons seperti itu wajar saja ,itu manusiawi .

This entry was posted in Pendidikan and tagged . Bookmark the permalink.